Second Lead
His POV Aku melihatnya di malam pesta itu. Dia terlihat cantik dengan paduan tshirt hijau dan skirt hitam, sesuai tema. Mata aku tertuju padanya sedang dia, dia hanya melihat ke arah lelaki yang tak berguna itu! Malam itu dia sangat bahagia sekali. Tawa dan nyanyiannya memenuhi ruang rumah. Jujur aku suka melihatnya sebahagia itu. Tidak seperti hari di mana aku pertama kali bertemu dengannya. Hari itu dia terlihat suram dan dipenuhi tangisan. Pasti gara gara si bangs*t itu kan? Aku tidak tahu jika dia menyedari kehadiranku. Tapi aku berusaha untuk membuatnya selesa dan tidak merasa sendirian. Aku mengambil gambar kami semeja. Matanya masih terlihat sembab dalam gambar. Dia terlihat janggal dan sepi. Si bangs*t itu ke mana? Sudah tentu duduk paling hadapan bersama wanitanya. Wanita yang dia buruk burukkan di hadapan kami. Tentu dia merasa bangga dengan dirinya. Punya rupa, anak orang kaya, dan digilai banyak wanita. Hingga wanita ini yang banyak membantu kejayaannya dia biark...